Monday, April 20, 2015

Mengharukan, Cinta Istri Bungkuk Kepada Suami Buta

Foto (shanghaiist.com)
    "Cinta sejati tak akan pernah mati..." mungkin lirik sebuah lagu Ari Lasso tepat menggambarkan pasangan suami-istri di Cina ini. Sepasang suami-istri yang sudah renta di Guangxi telah menunjukkan kesetiaan sebuah ikatan suci pernikahan dan cinta sejati di tengah angka perceraian di Cina yang tinggi.

    Huang Funeng, awalnya hanya menderita mata berat sebelum akhirnya benar-benar buta. Huang menderita buta mata di tahun 1985, sejak saat itu ia selalu dibimbing oleh istrinya, Ningxia, menggunakan batang bambu kemana pun Huang pergi. Yang paling mengharukan adalah istrinya sendiri merupakan penderita osteoporosis sehingga badannya membungkuk saat berjalan. Keterbatasan mereka berdua tidak menyurutkan cinta yang telah dibangunnya dalam pernikahan 55 tahun yang lalu.

    Selama 30 tahun sang istri meskipun menderita fisik tanpa lelah menuntun suaminya dengan sebatang bambu dari jalanan kota hingga pulang ke desanya. Mereka tidak dikarunia anak walaupun sudah menikah selama 55 tahun. Kehidupan mereka berdua dihabiskan dengan bercocok tanam dan memelihara itik di desa. Keseharian mereka sangat sederhana dan cinta tetap menyatukan mereka berdua.

    Segala kebutuhan rumah tangga diselesaikan oleh Ningxia dari mulai memasak hingga bersih-bersih rumah. Pekerjaan-pekerjaan rumah itu dikerjakan oleh Ningxia hanya menggunakan kedua kakinya. Kisah cinta dan kehidupan suami-istri ini mendapat perhatian masyarakat di Cina. Keduanya menyentuh hati masyarakat Cina dan mengilhami keyakinan baru dalam kekuatan cinta.

    Perjuangan hidup, kesetiaan cinta, antara Huang Funeng dan Ningxia sedikitnya telah mengajarkan kepada masyarakat dunia terutama di Cina akan sebuah ketahanan berbuat baik dan kasih sayang terhadap pasangan dan manusia secara umum. Di Cina sendiri, ketahanan demikian sulit dimiliki oleh pasangan. Tingkat stress yang tinggi, waktu kerja yang tinggi, akibat pengejaran pada pertumbuhan ekonomi, telah banyak mengantarkan kepada perceraian.

    Nah, sobat travelers, apa yang bisa kita ambil dari kisah cinta Huang dan Ningxia ini? Tentu banyak ya, makna kesetiaan dan cinta yang begitu dalam (sejati) haruslah diresapi oleh setiap pasangan. Jangan habis manis sepah dibuang. Huang dan Ningxia, dengan keterbatasan mereka, telah memperlihatkan sebuah kesejatian cinta. Lantas, kenapa pasangan yang normal tidak dapat melakukan demikian?

    Panjang umur Huang dan Ningxia. Cinta sejati tak akan pernah mati.

(Sumber: shanghaiist.com)

Baca juga:

Tips Mandi Sehat Sebelum Traveling 
Ke Kota Mendoan, Ini Hotel Terbaik Menginap 
Momen KAA, Pengin ke Bandung? Ini Hotelnya   
Comments
0 Comments

0 komentar:

Post a Comment