Wednesday, April 15, 2015

Lima Benda Antik Peninggalan KAA 1955

KAA 1955 (foto: infobdg.tumblr.com)
    Indonesia akan menjadi tuan rumah kembali dalam Peringatan Konferensi Asia Afrika ke-60 di Bandung. Acara ini akan digelar pada tanggal 19-24 April 2015 di kota yang sama ketika pertama kali konferensi tingkat dunia ini diadakan di tahun 1955. Selain Bandung, KAA kali ini juga akan dilaksanakan di Jakarta. Sebagai bangsa yang besar, tentunya momen Peringatan KAA ke-60 menjadi kesempatan Indonesia untuk menunjukkan kembali semangat persatuan dan persahabatan antar negara Asia-Afrika dalam mewujudkan komitmen Dasasila Bandung.

    Walaupun sudah 60 tahun peristiwa bersejarah KAA berlalu dan saat ini masing-masing negara mendapati kondisi global yang berbeda, namun peninggalan benda-benda KAA 1955 hingga saat ini masih tersimpan rapi di Museum KAA Bandung. Benda-benda ini setidaknya menjadi saksi bisu pelaksanaan KAA yang akbar di tengah perang dingin dunia antara Blok Barat dan Blok Timur usai Perang Dunia II. Barangkali gadung konferensinya (Gedung Merdeka) masih berdiri kokoh di Bandung, tapi tahukah Anda bahwa ada benda-benda kuno dan antik yang juga berperan dalam menyukseskan KAA pada waktu itu? Apa saja itu?

    Pada kesempatan ini akan dirangkum lima benda antik dan kuno yang masih dijaga dengan baik di Museum KAA Bandung. Mungkin tidak semua masyarakat Indonesia pernah mengunjungi Museum KAA di Bandung, sehingga belum bisa melihat sendiri benda-benda tersebut. Ya, kalau ada waktu dan peluang, Anda bisa langsung melihat sendiri benda-benda ini di Museum KAA Bandung.

     Berikut rangkumannya:

1. Mesin Tik

Mesin tik yang digunakan pada KAA 1955 (kaskus.co.id)
     Dokumen dan hasil apa saja yang ditulis sewaktu KAA di tahun 1955? Ya, mesin tik KAA 1955, andai bicara, bisa menjelaskan secara rinci kata per kata yang ditulisnya. Mesin tik yang digunakan untuk menuliskan segala dokumen ketika konferensi digelar masih terawat dengan baik, walaupun ada beberapa tombol di papan tuts yang sudah hilang. Alat tulis paling canggih pada masa itu disimpan dalam kotak kaca di museum.

2. Kursi Rotan

Kursi rotan pada KAA 1955 (kabarkampus.com)
    Benda antik satu ini sebagai tempat duduk para petinggi negara kala itu di ruang konferensi, sobat travelers. Sebuah kursi rotan yang mungkin khas Indonesia. Siapa saja yang pernah duduk di kursi tersebut ya? Pastinya pemimpin-pemimpin negara tersohor di Asia Afrika, tokoh-tokoh sejarah pembebas negara-negara Asia Afrika dari penjajahan dunia.

3. Kamera

    Kamera ini mengabadikan peristiwa dan momen KAA 1955, tanpanya masyarakat sekarang tidak mungkin dapat melihat gambar tokoh-tokoh masa itu serta suasana konferensi yang terjadi. Berkat kamera kuno itulah, tokoh-tokoh KAA dan suasana yang berlangsung dapat diabadikan hingga sekarang. Siapa ya dulu juru potretnya? hehe..

4. Mesin Teleks

Foto (aacc2015.id)
    Ya, alat satu ini gunakan untuk mengirim pesan ke negara-negara peserta konferensi. Memang sebelum terselenggara di Bandung, para pemimpin negara telah lebih dahulu berkumpul untuk mempersiapkan konferensi, dan di situlah kebutuhan akan teleks sangat padat. Wah,wah, apa saja ya pesan-pesannya, "Hei bro, dateng gak ke Bandung, gue mau adakan konferensi," begitu pesannya? Ini sih tidak mungkin, bahasanya pasti sangat resmi..hehe.

5. Perangko

    Perangko memang kadang dapat menjelaskan masa suatu peristiwa. Benda antik masa lalu ini masih juga tersimpan dengan baik. Perangko-perangko ini digunakan dalam aktivitas surat-menyurat dalam perhelatan KAA 1955.


    Sebenarnya masih ada benda-benda menarik dan antik peninggalan sejarah Konferensi Asia Afrika tahun 1955 selain lima di atas, seperti foto-foto dan lainnya. Sobat travelers datang saja langsung ke Museum KAA di Bandung ya, biar lebih puas. Ini cuma gambaran singkatnya saja untuk mengenang jasa-jasa para tokoh KAA 1955. Semoga bermanfaat.

Baca juga:
Comments
0 Comments

0 komentar:

Post a Comment