Tuesday, April 21, 2015

Wow, 43 Telur Dinosaurus Ditemukan di Cina

Telur -telur dinosaurus diamankan aparat Cina (foto: shanghaiist.com)
   Anda mungkin heran, dinosaurus yang hidup berjuta-juta tahun lalu, ternyata meninggalkan sebuah telur yang terkubur di dalam tanah. Dinosaurus, yang kita kenal lewat film Juracsic Park, dalam kehidupan nyata masih dapat ditelusuri keberadaannya melalui penemuan-penemuan arkeologis berupa fosil.

    Bagaimana ya telur dinosaurus itu? Pertanyaan-pertanyaan ini barangkali wajar diajukan bagi sebagian orang. Binatang dinosaurus yang besar itu ternyata tergolong binatang bertelur. Karena sebuah bukti arkeologis faktanya menemukan sebuah telur dinosaurus di Cina. Belum diselidiki lebih lanjut telur dinosaurus yang sudah memfosil tersebut.

    Telur-telur yang tertinggal di perut bumi dan disebut-sebut milik dinosaurus ini ditemukan di lokasi sebuah konstruksi bangunan di Guangdong Cina. Jumlahnya mencapai 43 butir dalam kondisi yang memfosil. Telur-telur tersebut ditemukan pertama kali oleh para pekerja yang sedang menggali tanah untuk memperbaiki jalan di kota Heyuan, Provinsi Guangdong.

    Ternyata penemuan telur dinosaurus ini bukan yang pertama kali di kota tersebut. Sebelumnya di kota Heyuan, di tahun 2005, ditemukan sebanyak 10.008 butir telur dinosaurus. Pada penemuan 2005 itu, kota Heyuan mendapatkan penghargaan berupa "Guinness Book of World Records".

    Sejak ditemukan telur dinosaurus, diasumsikan Cina telah menjadi rumah dinosaurus di masa lalu. Menurut berita setempat, di Cina tidak hanya ditemukan telur-telur dinosaurus, akan tetapi tulang dan jejak kaki dinosaurus pernah ditemukan lebih dahulu.

    Kini, telur-telur dinosaurus tersebut diamankan oleh aparat setempat untuk penyelidikan lebih lanjut. Penemuan ini mengundang perhatian warga setempat, para pekerja pun terpaksa menghentikan pekerjaan sementara guna pengangkatan telur-telur dinosaurus itu.

    Sobat travelers penasaran dengan telur-telur dinosaurus itu? Ya, kalau ada kesempatan dan waktu ke Cina barangkali bisa berkunjung ke kota Heyuan di Guangdong. Kalau menetas bagaimana ya sobat travelers, kayaknya itu tidak mungkin, soalnya telur-telur dinosaurus itu 'kan sudah jadi fosil. Kecuali kalau ada nenek sihir, telur itu mungkin menetas dan dunia akan dikejutkan oleh anak dinosaurus.

    Mau tidak sobat travelers, kalau di Kebun Raya Bogor ditaruh dinosaurus? Andai ada dinosaurus tiba-tiba muncul dari dalam bumi ya...



(Sumber: shanghaiist.com)


Baca juga:

Cinta Istri Bungkuk Kepada Suami Buta
Momen KAA 60, ke Bandung, Pilih Vio Cihampelas 
Capek Jalan Lewat Pantura, Istirahat di Sini 
Continue Reading…

Monday, April 20, 2015

Mengharukan, Cinta Istri Bungkuk Kepada Suami Buta

Foto (shanghaiist.com)
    "Cinta sejati tak akan pernah mati..." mungkin lirik sebuah lagu Ari Lasso tepat menggambarkan pasangan suami-istri di Cina ini. Sepasang suami-istri yang sudah renta di Guangxi telah menunjukkan kesetiaan sebuah ikatan suci pernikahan dan cinta sejati di tengah angka perceraian di Cina yang tinggi.

    Huang Funeng, awalnya hanya menderita mata berat sebelum akhirnya benar-benar buta. Huang menderita buta mata di tahun 1985, sejak saat itu ia selalu dibimbing oleh istrinya, Ningxia, menggunakan batang bambu kemana pun Huang pergi. Yang paling mengharukan adalah istrinya sendiri merupakan penderita osteoporosis sehingga badannya membungkuk saat berjalan. Keterbatasan mereka berdua tidak menyurutkan cinta yang telah dibangunnya dalam pernikahan 55 tahun yang lalu.

    Selama 30 tahun sang istri meskipun menderita fisik tanpa lelah menuntun suaminya dengan sebatang bambu dari jalanan kota hingga pulang ke desanya. Mereka tidak dikarunia anak walaupun sudah menikah selama 55 tahun. Kehidupan mereka berdua dihabiskan dengan bercocok tanam dan memelihara itik di desa. Keseharian mereka sangat sederhana dan cinta tetap menyatukan mereka berdua.

    Segala kebutuhan rumah tangga diselesaikan oleh Ningxia dari mulai memasak hingga bersih-bersih rumah. Pekerjaan-pekerjaan rumah itu dikerjakan oleh Ningxia hanya menggunakan kedua kakinya. Kisah cinta dan kehidupan suami-istri ini mendapat perhatian masyarakat di Cina. Keduanya menyentuh hati masyarakat Cina dan mengilhami keyakinan baru dalam kekuatan cinta.

    Perjuangan hidup, kesetiaan cinta, antara Huang Funeng dan Ningxia sedikitnya telah mengajarkan kepada masyarakat dunia terutama di Cina akan sebuah ketahanan berbuat baik dan kasih sayang terhadap pasangan dan manusia secara umum. Di Cina sendiri, ketahanan demikian sulit dimiliki oleh pasangan. Tingkat stress yang tinggi, waktu kerja yang tinggi, akibat pengejaran pada pertumbuhan ekonomi, telah banyak mengantarkan kepada perceraian.

    Nah, sobat travelers, apa yang bisa kita ambil dari kisah cinta Huang dan Ningxia ini? Tentu banyak ya, makna kesetiaan dan cinta yang begitu dalam (sejati) haruslah diresapi oleh setiap pasangan. Jangan habis manis sepah dibuang. Huang dan Ningxia, dengan keterbatasan mereka, telah memperlihatkan sebuah kesejatian cinta. Lantas, kenapa pasangan yang normal tidak dapat melakukan demikian?

    Panjang umur Huang dan Ningxia. Cinta sejati tak akan pernah mati.

(Sumber: shanghaiist.com)

Baca juga:

Tips Mandi Sehat Sebelum Traveling 
Ke Kota Mendoan, Ini Hotel Terbaik Menginap 
Momen KAA, Pengin ke Bandung? Ini Hotelnya   
Continue Reading…

Sunday, April 19, 2015

Tips Mandi Sehat Sebelum Traveling

Ilustrasi (Foto: rsudklungkung.com)
    Mandi merupakan aktivitas rutin manusia untuk kesehatan. Selain menghilangkan kotoran di tubuh, mandi juga berguna untuk kebugaran dan kesegaran tubuh. Orang yang telah mandi akan terlihat lebih fresh, percaya diri, dan bergairah. Oleh karena itulah, sangat dianjurkan mandi dua kali sehari serta memakai sabun ditambah sampo dan bahan kesehatan lainnya.

    Hampir sebagaian besar orang sebelum bepergian atau traveling mandi terlebih dahulu. Hal ini karena akan berada di muka umum, dilihat banyak orang, sehingga kalau penampilan pribadi kumal bahkan bau tentu membuat perasaan kurang percaya diri. Atau, paling menyedihkan adalah mengganggu orang lain.

    Meskipun sudah mandi kadang kala faktor cuaca dan fisik khas orang pun turut mempengaruhi tingkat kesehatan dan bau badan saat traveling. Cuaca yang panas dan kondisi tubuh yang banyak mengeluarkan minyak dan keringat sering diduga penyebab tubuh lengket, kulit kusam oleh kotoran yang menempel, mengelupas, dan timbul aroma badan tidak sedap.

    Tidak selamanya masalah di atas disebabkan karena tidak memakai deodoran, parfum,   pelembab, dan lain sebagainya. Ternyata bisa karena cara mandi yang belum benar saat akan bepergian. Berikut tips mandi sehat bagi Anda yang akan traveling:

1. Mandilah menggunakan sabun mandi batangan yang mengandung bahan 'stearic acid' dalam daftar bahannya. Bahan ini merupakan pelembab yang sangat bermanfaat bagi kulit. Jangan tergoda oleh brand seperti sabun antibakteri dan antibau yang ternyata justru mengeringkan kulit.

2. Jangan mandi menggunakan air terlalu panas dan mandi yang terlalu lama, karena justru akan mengakibatkan kandungan minyak alami dan lemak di kulit cepat hilang. Padahal zat alami tubuh inilah yang banyak berperan untuk menyerap air dan membuat kulit tetap lembab meskipun cuaca panas.

3. Apabila Anda akan traveling jauh dan cuaca diprediksi panas, jangan sungkan memakai conditioner untuk kesehatan rambut Anda. Pakailah conditioner ke seluruh bagian kepala mulai dari akar hingga ujung rambut. Conditioner berguna untuk menghidrasi kulit sehingga mencegah rasa gatal dan pengelupasan.

4. Jangan menggosok tubuh terlalu keras saat mandi. Tak jarang orang memakai spons yang kasar untuk menggosok tubuh ketika mandi. Pakailah kain untuk mandi berbahan katun lembut, yang biasanya dipakai untuk bayi, sehingga tidak menghilangkan pelindung alami kulit tubuh. Sebenarnya menggosok menggunakan tangan saja sudah cukup.

5. Bilas bersih tubuh ketika mandi. Pastikan semua bahan dari produk sabun dan sampo sudah hilang. Bahan-bahan yang tertinggal bisa menyebabkan efek samping seperti iritasi kulit dan jerawat.

6. Apabila Anda akan memakai atau menambahkan
body lotion di kulit Anda, pakailah segera seusai mengeringkan tubuh memakai handuk. Lotion akan cepat meresap ke dalam kulit ketika sedikit lembab.

    Itulah beberapa tips yang bermanfaat untuk mandi sehat sebelum Anda akan traveling. Semoga Anda tetap bugar dan segar saat traveling, terhindar dari iritasi kulit, pengelupasan, kulit kusam, atau bau badan menyengat. Tetap ingat mandi sebelum traveling ya..:)


Baca juga:
Lima Benda Antik Peninggalan KAA 1955
Hotel Dekat Unsoed di Purwokerto, Horison Ultima
Hotel Namira Syariah Pekalongan, Pilihan Para Muslimin
Continue Reading…

Wednesday, April 15, 2015

Lima Benda Antik Peninggalan KAA 1955

KAA 1955 (foto: infobdg.tumblr.com)
    Indonesia akan menjadi tuan rumah kembali dalam Peringatan Konferensi Asia Afrika ke-60 di Bandung. Acara ini akan digelar pada tanggal 19-24 April 2015 di kota yang sama ketika pertama kali konferensi tingkat dunia ini diadakan di tahun 1955. Selain Bandung, KAA kali ini juga akan dilaksanakan di Jakarta. Sebagai bangsa yang besar, tentunya momen Peringatan KAA ke-60 menjadi kesempatan Indonesia untuk menunjukkan kembali semangat persatuan dan persahabatan antar negara Asia-Afrika dalam mewujudkan komitmen Dasasila Bandung.

    Walaupun sudah 60 tahun peristiwa bersejarah KAA berlalu dan saat ini masing-masing negara mendapati kondisi global yang berbeda, namun peninggalan benda-benda KAA 1955 hingga saat ini masih tersimpan rapi di Museum KAA Bandung. Benda-benda ini setidaknya menjadi saksi bisu pelaksanaan KAA yang akbar di tengah perang dingin dunia antara Blok Barat dan Blok Timur usai Perang Dunia II. Barangkali gadung konferensinya (Gedung Merdeka) masih berdiri kokoh di Bandung, tapi tahukah Anda bahwa ada benda-benda kuno dan antik yang juga berperan dalam menyukseskan KAA pada waktu itu? Apa saja itu?

    Pada kesempatan ini akan dirangkum lima benda antik dan kuno yang masih dijaga dengan baik di Museum KAA Bandung. Mungkin tidak semua masyarakat Indonesia pernah mengunjungi Museum KAA di Bandung, sehingga belum bisa melihat sendiri benda-benda tersebut. Ya, kalau ada waktu dan peluang, Anda bisa langsung melihat sendiri benda-benda ini di Museum KAA Bandung.

     Berikut rangkumannya:

1. Mesin Tik

Mesin tik yang digunakan pada KAA 1955 (kaskus.co.id)
     Dokumen dan hasil apa saja yang ditulis sewaktu KAA di tahun 1955? Ya, mesin tik KAA 1955, andai bicara, bisa menjelaskan secara rinci kata per kata yang ditulisnya. Mesin tik yang digunakan untuk menuliskan segala dokumen ketika konferensi digelar masih terawat dengan baik, walaupun ada beberapa tombol di papan tuts yang sudah hilang. Alat tulis paling canggih pada masa itu disimpan dalam kotak kaca di museum.

2. Kursi Rotan

Kursi rotan pada KAA 1955 (kabarkampus.com)
    Benda antik satu ini sebagai tempat duduk para petinggi negara kala itu di ruang konferensi, sobat travelers. Sebuah kursi rotan yang mungkin khas Indonesia. Siapa saja yang pernah duduk di kursi tersebut ya? Pastinya pemimpin-pemimpin negara tersohor di Asia Afrika, tokoh-tokoh sejarah pembebas negara-negara Asia Afrika dari penjajahan dunia.

3. Kamera

    Kamera ini mengabadikan peristiwa dan momen KAA 1955, tanpanya masyarakat sekarang tidak mungkin dapat melihat gambar tokoh-tokoh masa itu serta suasana konferensi yang terjadi. Berkat kamera kuno itulah, tokoh-tokoh KAA dan suasana yang berlangsung dapat diabadikan hingga sekarang. Siapa ya dulu juru potretnya? hehe..

4. Mesin Teleks

Foto (aacc2015.id)
    Ya, alat satu ini gunakan untuk mengirim pesan ke negara-negara peserta konferensi. Memang sebelum terselenggara di Bandung, para pemimpin negara telah lebih dahulu berkumpul untuk mempersiapkan konferensi, dan di situlah kebutuhan akan teleks sangat padat. Wah,wah, apa saja ya pesan-pesannya, "Hei bro, dateng gak ke Bandung, gue mau adakan konferensi," begitu pesannya? Ini sih tidak mungkin, bahasanya pasti sangat resmi..hehe.

5. Perangko

    Perangko memang kadang dapat menjelaskan masa suatu peristiwa. Benda antik masa lalu ini masih juga tersimpan dengan baik. Perangko-perangko ini digunakan dalam aktivitas surat-menyurat dalam perhelatan KAA 1955.


    Sebenarnya masih ada benda-benda menarik dan antik peninggalan sejarah Konferensi Asia Afrika tahun 1955 selain lima di atas, seperti foto-foto dan lainnya. Sobat travelers datang saja langsung ke Museum KAA di Bandung ya, biar lebih puas. Ini cuma gambaran singkatnya saja untuk mengenang jasa-jasa para tokoh KAA 1955. Semoga bermanfaat.

Baca juga:
Continue Reading…

Monday, April 13, 2015

Mencumbu Kembang Air di Curug Pengantin Kalipagu

Foto di Curug Pengantin Kalipagu, Baturraden
    Langit terlihat cerah. Saya dan delapan kawan menduga tidak bakal turun hujan. Jam menunjukkan pukul 10.00 WIB lebih 2 menit. Biyunge*, begitu kami memanggil, sibuk membalikkan gorengan bakwan dan tahu isi di wajan besar. Ia cukup senang dengan kehadiran kami. Di antara kami memang sudah sering ke warungnya di pinggir hutan perbukitan Kalipagu, Baturraden, Banyumas. Jadi, ada beberapa yang sudah saling mengenal. 

     Warung sederhana Biyunge yang berada dekat dengan gorong-gorong besar air PDAM sontak penuh canda tawa sejak kedatangan kami. Mendoan, bakwan, dan tahu isi goreng perlahan hilang di loyang masuk ke perut kawan-kawan saya yang belum sarapan. Kopi susu dan kopi hitam pun mendampingi sarapan kami sehingga  menambah kenikmatan menjelang siang sebelum ke Curug Pengantin.

    Suara burung dari hutan lembah masih nyaring terdengar. Kami berniat memulai perjalanan ke Curug Pengantin yang konon belum banyak orang tahu keberadaannya, termasuk kami. Satu kawan saya berujar: sekali pernah menempuh ke curug tersebut, namun gagal di pertengahan jalan karena salah jalur. Kami pun bimbang sesaat sebab belum ada di antara kami yang paham jalurnya. Biyunge kemudian memanggilkan salah satu keluarganya untuk mengantarkan kami ke curug yang masih sangat alami itu. Setelah negoisasi masalah 'uang lelah', kami pun akhirnya berangkat dengan bekal air minum secukupnya.

    Kami menelusuri jalanan setapak ke arah timur menuju PLTA Ketenger, Baturraden. Di sepanjang jalan ditemui muda-mudi yang sedang memadu kasih dan kelompok pecinta alam seumuran SMA yang sedang beraktivitas hiking. Di lembah bukit, masih terdapat petak-petak sawah, dan terlihat beberapa petani sedang membuang letih sambil menikmati hempasan angin. 

    Beranjak siang, udara terasa panas, saya pun melepas sweater, lalu digunakan untuk menutupi kepala dari terik matahari. Awal jalan kami terasa cepat, mungkin karena tenaga masih penuh berkat sarapan.

    Tepat ketika mendapati kelokan, menyeberangi jembatan di samping kantor PLTA Ketenger, kami berbelok ke utara dan mulai masuk menembus hutan. Jalanan pun menanjak dan licin. Di samping kiri dan kanan hanya tumbuhan liar, selain itu beberapa pohon bambu juga masih kami temui. Setiap jalanan yang menanjak ternyata sudah dipasang topangan batang bambu untuk menahan kaki agar tidak terpeleset dan tanah tidak gugur. Sepanjang saya mengamati, pemandangan bukit-bukit hijau dan kokohnya Gunung Slamet jauh di depan mata sangatlah memikat hati. Untuk melupakan lelah, kawan-kawan saya terus bercanda sepanjang jalan.

    Perjalanan kami terhenti sejenak ketika menjumpai sebuah makam di sebuah rumah kecil yang nampak usang. Pemandu kami masuk ke dalam rumah makam tersebut. "Sekedar minta izin sebagai tata krama saja," ujar pemandu kami setelah keluar. Di antara kami tidak ada yang menanyakan lebih jauh makam tersebut, pemadu kami pun langsung melanjutkan perjalanan kembali dan kami cuma mengikuti dari belakang. Kini, perjalanan dilanjutkan dengan masih mendaki dan menuruni bukit, lalu menyeberangi beberapa sungai kecil dengan air yang dingin dan sangat jernih.

    Setelah kurang lebih menepuh perjalanan 1 setengah jam, kami pun bersuka ria saat mendapati deru air terjun. Artinya, hanya tinggal beberapa langkah lagi kami sampai di Curug Pengantin. Untuk sampai ke bawah air terjun, kami harus melewati jalan yang menurun dan licin. Kami pun turun dengan merayap-rayap. Sungguh, lelah kami terbayar oleh keindahan Curug Pengantin yang mempunyai dua buah air terjun itu.

    Tebing menjulang tinggi dan kokoh di atas kami. Kembang-kembang air akibat benturan air dari atas ke bawah bisa kami rasakan hingga jarak kurang lebih sepuluh meter. Suasana sekitar seperti diselimuti embun yang tebal. Kami bagaikan mencumbu kembang-kembang air yang memucrat dari bawah air terjun. Badan saya pun lekas menggigil karena dinginnya air dan udara di lokasi. Kawan-kawan saya cepat-cepat melucuti pakainnya agar bisa mandi dan berendam di pinggiran air terjun. Kami pun mengabadikan diri dengan berfoto bersama dan ada pula yang selfie.

    Curug yang saya taksir mempunyai ketinggian kurang lebih 500 meter ini terus memikat kami untuk bermain-main dan menghabiskan waktu menikmati alam. Setengah jam kami berada di Curug Pengantin, membasihi diri, dan merelakan dingin menembus kulit kami. Akhirnya kami putuskan untuk pulang ketika dirasa puas mencumbui kembang-kembang air dan waktu pun beranjak sore. Kami pun pulang dengan melewati dan menelusuri jalan yang sama. Berbeda sewaktu berangkat, jalan pulang adalah jalan yang menurun, dimana kaki kami bertugas menjaga keseimbangan badan. Beberapa kali saya sempat terpeleset akibat sandal dan tanah yang licin di jalan curam.

    Akhirnya kami berhasil singgah dan bermain di curug yang menurut pemandu kami baru ditemukan sekitar empat bulan yang lalu. Di Banyumas sendiri, menurut salah satu kawan saya, terdapat beberapa curug yang juga dinamakan 'pengantin'. "Nama 'pengantin'," ujar kawan saya, "biasanya dilekatkan kepada curug yang memiliki dua air terjun, berjejer, mungkin itulah yang dikira seperti pengantin," tambahnya.

    Curug Pengantin di wilayah Dusun Kalipagu, Baturraden, Banyumas, Jawa Tengah, masih sangat alami dan eksotis. "Curug tersebut menawarkan panorama yang masih sangat alami dan bersih," kata si pemandu diakhir pertemuan dan perjalanan kami pada Minggu, 12 April 2015.

Catatan kaki:
*Biyunge, bahasa Banyumasan, adalah sebutan untuk Ibu. Sapaan ini akrab digunakan kawan-kawan saya untuk memanggil penjual gorengan, minuman dan lainnya di pinggiran hutan Dusun Kalipagu.

Baca juga:
Continue Reading…

Wednesday, April 8, 2015

Delapan "Kota Batu Akik" yang Perlu Anda Kunjungi

Batu Akik (foto: merdeka.com)
     Anda seorang pemula yang ingin mencari keberuntungan berbisnis batu akik? Tahu kemana kota yang harus Anda kunjungi? Ya, Anda perlu mengetahui kota yang menjadi sumber atau pusat jenis batu akik tertentu. Ada beberapa keuntungan yang dapat Anda dapatkan apabila langsung mengunjungi kota jenis batu akik tersebut. Pertama, Anda tentu akan mendapatkan harga yang jauh lebih murah. Kedua, biasanya batu akik dari satu kota lalu dijual ke kota lain, harganya lebih mahal, jadi memperbesar keuntungan Anda. Ketiga, Anda bisa langsung bertemu penggali dan pengrajin batu, sehingga meminimalisir Anda tertipu oleh batu masakan.
Continue Reading…